Select Page
Perajin Batik Tulis desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga sedang membatik

Perajin Batik Tulis desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga sedang membatik

Sepertinya Bung Hatta benar.

“Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta. Tetapi Indonesia baru akan bercahaya karena lilin-lilin di desa”

Kata-kata proklamator itu, bukan tanpa alasan.

Bahwa sejatinya, Nusantara terdiri dari beribu-ribu wilayah bernama desa. Atau nama lain dari desa, sesuai adat istiadat masing-masing wilayah bernama desa.

Pengakuan negara atas desa secara utuh baru tersurat dan tersirat dalam Undang-Undang Nomor 06 tahun 2014—selanjutnya dikenal dengan UU Desa.

Data desa yang tercatat di Kementrian Desa berjumlah 74 ribu desa lebih.

Fakta ini menunjukan bahwa, apa yang dipaparkan Bung Hatta nyata adanya.

Tentang Desa Dagan

Secara administratif, Desa Dagan masuk wilayah Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.

Meminjam istilah Bung Hatta, Dagan menjadi satu lilin kecil bernama desa di Indonesia.

Desa yang memiliki wilayah pertanian lebih luas dari pada wilayah pemukimannya tersebut, juga memiliki banyak produk-produk lokal yang cukup memiliki nilai ekonomis tinggi.

Salah satunya adalah batik.

Ada dua jenis batik yang diproduksi oleh warga setempat. Batik tulis, dan batik cap.

Batik tulis adalah batik yang diproduksi menggunakan ketrampilan tangan dan imajinasi pembuatnya.

Sedang batik cap, adalah batik yang diproduksi menggunakan alat yang telah memiliki motif-motif tertentu.

Produk Batik Desa Dagan

Batik Khas Desa Dagan

Batik Tulis dengan motif Lawa Kembang yang diproduksi oleh Perajin Batik Desa Dagan

Menurut sesepuh setempat, Dagan pernah menjadi salah satu sentra industri batik rumahan. Bahkan, produk batik desa Dagan pernah begitu kondang di Kabupaten Purbalingga.

Sektor industri bulu mata dan rambut palsu, rupanya lenih menarik minat kalangan muda di desa Dagan untuk bekerja di pabrik-pabrik milik pengembang dari Korea tersebut.

Alhasil, regenerasi pembatik pun kian tersendat.

Jadilah generasi tua saja yang mayoritas masih setia dengan batik hingga saat ini.

Meski perajin batik tulis berkurang drastis, namun proses produksi batik tulis setempat masih berjalan.

Beberapa waktu lalu, saya mewawancarai beberapa perjain batik tulis di desa Dagan. Baik perajin batik tulis, maupun perajin batik cap.

Pesona Batik Desa Dagan

Batik Desa Dagan

Batik Tulis motif Lawa, menjadi ciri khas Batik Tulis Desa Dagan

Hal yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya adalah, bagaimana cara perajin batik itu bisa mempertahankan produk batik tradisional, ditengah gencarnya batik-batik modern?

Ketika bertemu dengan para perjain batik setempat, pertanyaan itu pun akhirnya terjawab.

Diluar dugaan, ternyata masih banyak peminat, atau konsumen batik Dari Desa Dagan. Utamanya adalah produk batik tulisnya.

Diyatmi misalnya.

Salah satu perajin batik tulis yang berdomisili di wilayah Dusun IV desa Dagan tersebut, bahkan memiliki pelanggan dari luar Purbalingga.

Menurutnya, ada beberapa kelebihan batik tulis yang diproduksi oleh warga Desa Dagan.

Antara lain;

  1. Motif Beragam

Motif batik tulis menjadi salah satu daya pikat tersendiri.

Sejauh ini, motif batik tulis yang sudah diproduksi meliputi, motif bambu, motif daun, motif bunga, motif lawa, dan motif-motif lain yang mengambil beberapa ciri kearifan lokal setempat.

Bahkan, ada juga perajin yang memproduksi batik tulis dengan motif sesuai yang diinginkan pembeli.

  1. Dikerjakan oleh Tangan-Tangan Terampil

Membuat batik tulis itu lebih susah ketimbang membuat batik cap. Batik tulis membutuhkan ketrampilan tinggi.

Para perjain batik tulis di desa dagan, rata-rata sudah berumur tua.

Dengan lain kalimat, para perajin tersebut sudah terlatih bertahun-tahun. Sehingga, hasilnya benar-benar bagus.

  1. Artistik

Selain ketrampilan tinggi, para perjain batik tulis di desa Dagan juga memiliki imajinasi yang tinggi.

Dengan demikian, selain motif, hasil produksi batik tulis pun memiliki nilai artistik yang tinggi.

Dengan kata lain, tidak hanya sekedar motif, namun hasil pekerjaan juga memiliki keindahan.

Diproyeksikan Menjadi Produk Unggulan Desa

Mengingat pernah menjadi produk yang kondang di Kabupaten Purbalingga, Pemerintah desa Dagan  berencana akan menjadikan batik tulis setempat menjadi produk unggulan desa.

Secara teknis, produk batik tulis desa Dagan akan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

Sesuai keterangan Kepala Desa Dagan, Hj. Sukarni, S.Sos, selain akan dijual secara konvensional, batik tulis Desa Dagan juga akan dijual secara online.

Nah, Masbroh, jika belum sempat bisa berkunjung ke Desa Dagan, Masbroh bisa menunggu batik tulis Desa Dagan yang dijual secara online.

Akhirul kalam, mari kita cintai produk desa…